Jakarta, 21 Mei 2026Tinggi muka air laut yang abnormal kembali menyebabkan banjir rob parah di pesisir Jakarta Utara. Sejak dini hari tadi, ratusan rumah di wilayah Muara Baru, Penjaringan, Cilincing, dan Kalibaru terendam air setinggi 50 hingga 80 centimeter.BPBD DKI Jakarta mengerahkan puluhan personel beserta perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak serta mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air mineral, selimut, dan matras. Hingga siang ini, setidaknya 450 KK tercatat terdampak langsung akibat rob tersebut.Warga setempat mengeluhkan rob yang semakin sering terjadi setiap tahun. Menurut mereka, penurunan tanah (land subsidence) yang mencapai puluhan sentimeter per tahun ditambah dengan kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi."Sudah biasa setiap bulan purnama begini. Tapi tahun ini terasa lebih parah. Rumah kami selalu kebanjiran, barang elektronik rusak, dan anak-anak jadi sering sakit," ujar Ibu Siti, salah seorang warga Muara Baru yang ditemui di posko pengungsian sementara.Gubernur DKI Jakarta menyatakan pihaknya sedang mempercepat pembangunan tanggul pantai raksasa dan pompa air baru di beberapa titik rawan. "Kami tidak hanya menangani dampak, tapi juga mencegahnya dengan infrastruktur yang lebih baik," katanya dalam keterangan pers.Sementara itu, BMKG memprediksi kondisi rob masih berpotensi tinggi hingga tiga hari ke depan karena pengaruh bulan purnama dan cuaca ekstrem di wilayah Laut Jawa. Masyarakat pesisir diimbau untuk tetap waspada, tidak memaksakan diri tinggal di rumah jika air terus naik, dan segera melapor ke petugas jika membutuhkan bantuan evakuasi.Kasus rob tahunan ini juga menjadi sorotan aktivis lingkungan. Mereka menyerukan agar pemerintah pusat dan daerah lebih serius menangani penurunan muka tanah akibat pengambilan air tanah secara berlebihan di Jakarta.Hingga berita ini ditulis, petugas BPBD masih terus memantau ketinggian air dan siap membantu warga yang membutuhkan. Warga yang rumahnya terendam diimbau untuk mematikan listrik dan memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih aman.Fenomena rob ini bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan perekonomian masyarakat pesisir Jakarta Utara yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dan buruh pabrik.