JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan tegas terkait dinamika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang tengah menjadi perhatian publik. Dalam pidato terbarunya, Kepala Negara meminta masyarakat untuk tidak panik dan menekankan bahwa fluktuasi mata uang asing tidak berdampak langsung pada kehidupan harian sebagian besar masyarakat di daerah. "Rupiah begini, Dolar begini. Rakyat di desa tidak menggunakan dolar kok. Pangan kita aman, energi kita aman. Di saat banyak negara lain panik, Indonesia masih dalam kondisi yang oke dan stabil," ujar Presiden Prabowo di sela-sela agenda penandatanganan resmi dan peninjauan pameran dokumentasi sejarah di Jakarta. Tegaskan Ketahanan Sektor Pangan dan Energi Nasional Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyayangkan adanya narasi-narasi negatif dari beberapa pihak yang kerap menyebarkan kekhawatiran berlebih mengenai stabilitas nasional. Poin-poin utama yang disampaikan oleh Presiden meliputi: Keamanan Pasokan Domestik: Pemerintah memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok dan sektor energi dalam negeri berada dalam kondisi yang sangat aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Kondisi Geopolitik Global: Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang membuat banyak negara luar khawatir, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kokoh bertahan. Himbauan untuk Unsur Pimpinan: Presiden menyerukan kepada seluruh jajaran pimpinan dan pemegang kuasa untuk tetap setia kepada NKRI dan konsisten berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia di atas kepentingan lainnya. Respons Beragam dari Warganet dan Netizen di Media Sosial Pernyataan Presiden mengenai "rakyat di desa tidak pakai dolar" langsung memicu perbincangan hangat dan menjadi trending topic di berbagai platform media sosial. Ruang publik digital terbelah menjadi dua pandangan utama: Sebagian warganet mendukung pernyataan tersebut dengan menilai bahwa optimisme dari seorang pemimpin sangat diperlukan agar tidak terjadi kepanikan pasar (panic buying) di tingkat akar rumput. Mereka sepakat bahwa pemenuhan kebutuhan pangan lokal jauh lebih krusial bagi masyarakat daerah daripada pergerakan angka di papan kurs mata uang asing. Namun di sisi lain, sejumlah netizen dan pengamat ekonomi digital memberikan catatan kritis. Mereka berpendapat bahwa meskipun masyarakat desa tidak bertransaksi menggunakan mata uang Dolar AS secara langsung, efek domino dari kenaikan kurs tetap dapat dirasakan melalui jalur tidak langsung, seperti kenaikan harga pupuk, pakan ternak impor, serta harga bahan baku kedelai yang menjadi bahan dasar tempe dan tahu di pasar-pasar tradisional.