Jakarta, 21 Mei 2026 Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam Rapat Paripurna DPR RI pada hari ini dan menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro serta Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun 2027. Pidato ini menjadi sorotan utama karena memuat arah kebijakan ekonomi pemerintah untuk tahun depan. Dalam pidatonya yang berlangsung sekitar 45 menit, Presiden Prabowo menyatakan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 berada di kisaran 5.8% hingga 6.5%. Target ini dianggap cukup ambisius mengingat tantangan global yang masih tinggi. "Kita tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya," tegas Prabowo disambut aplaus dari anggota DPR. Untuk sisi fiskal, pemerintah menetapkan defisit APBN dibatasi di kisaran 1.8% hingga 2.4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Prabowo menekankan pentingnya menjaga disiplin fiskal sambil tetap memberikan ruang bagi belanja produktif di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan hilirisasi industri. Fokus utama kebijakan ekonomi tahun 2027 meliputi: Percepatan program hilirisasi sumber daya alam Pemberantasan under-invoicing pada ekspor komoditas Stabilisasi nilai tukar Rupiah Peningkatan investasi baik domestik maupun asing Penguatan daya beli masyarakat dan UMKM Menteri Keuangan yang mendampingi Presiden menyatakan bahwa dokumen KEM-PPKF ini akan menjadi pedoman utama dalam pembahasan RAPBN 2027 bersama DPR dalam waktu mendatang. Pasar keuangan merespons positif pidato Presiden, meski pelaku pasar masih menunggu detail lebih lanjut dari kebijakan tersebut.